Bandung – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasundan (Unpas) kembali menyelenggarakan kegiatan Lembur Kuring sebagai bagian dari pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Ilmu Budaya Sunda. Kegiatan yang berlangsung di Kampus FKIP Unpas, Jalan Tamansari No. 6–8 Bandung, Sabtu (11/7/2026), menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya Sunda.
Mengusung tema “Ngahiji Dina Rasa, Ngamumule Budaya Sunda”, seluruh rangkaian acara dirancang dan dilaksanakan langsung oleh mahasiswa. Mulai dari prosesi Mapag Lengser, pertunjukan seni, pameran budaya, fashion show, hingga penampilan dari berbagai program studi menjadi bagian dari penilaian akademik dalam mata kuliah tersebut.

Dekan FKIP Unpas, Dr. Hj. Dini Riani Turmudzi, S.E., M.M., mengatakan bahwa Lembur Kuring merupakan agenda rutin yang tidak hanya menjadi evaluasi pembelajaran, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai pelestarian budaya kepada mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa didorong untuk tidak sekadar mempelajari budaya Sunda secara teoritis, melainkan mampu menghidupkannya melalui berbagai karya kreatif dan inovatif yang dapat dinikmati masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, setiap program studi menghadirkan stan dan pertunjukan yang mengangkat berbagai aspek budaya Sunda, seperti tata busana, tata boga, kaulinan barudak, bahasa Sunda, sejarah Kerajaan Sunda, tatanen, husada, hingga peralatan tradisional. Kreativitas, penguasaan materi, serta kemampuan menyampaikan nilai budaya menjadi aspek utama dalam proses penilaian.
Ketua Panitia, Sopyan Hendrayana, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa sebanyak 291 mahasiswa dari enam program studi berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Beragam penampilan seni dipersembahkan, mulai dari kabaret, tari tradisional, paduan suara, pupuh, drama, hingga pertunjukan musik yang dikemas dengan nuansa budaya Sunda.
Salah satu stan yang menarik perhatian pengunjung adalah pameran kaulinan barudak atau permainan tradisional Sunda. Mahasiswa memperkenalkan kembali berbagai permainan seperti enggrang, congklak, beklen, dan layang-layang sebagai upaya mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda.
Melalui penyelenggaraan Lembur Kuring, FKIP Unpas menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah sekaligus membangun karakter mahasiswa yang kreatif, kolaboratif, dan memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.










