Bandung, 9 Mei 2026 โ Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasundan (UNPAS) kembali menorehkan sejarah gemilang. Empat dosen FKIP resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Pasundan yang berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026 di Mandala Saba Ir. H. Djuanda, Kampus II UNPAS, Jl. Tamansari No. 4โ8, Kota Bandung. Acara dimulai pukul 07.30 WIB dan dihadiri oleh seluruh pimpinan universitas, civitas academica, serta tamu undangan dari berbagai institusi pendidikan.
Pengukuhan ini merupakan bagian dari prosesi pengukuhan 9 Guru Besar Universitas Pasundan secara serentak โ sebuah momentum akademik paling bersejarah bagi UNPAS. Keempat Guru Besar dari FKIP turut menyampaikan orasi ilmiah di hadapan hadirin, masing-masing menggugah kesadaran akan pentingnya inovasi pendidikan yang berakar pada nilai, budaya, dan keberlanjutan.
Prof. Dr. H. Dadang Mulyana, M.Si.

Dari Karakter ke Manajemen Kepemimpinan: Sebuah Ikhtiar Akademik dalam Membangun Kepemimpinan Transformatif, Berintegritas, dan Berkeadaban
Dalam orasinya, Prof. Dadang Mulyana menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan sebuah value-laden practice โ praktik nilai yang menuntut konsistensi antara pikiran, ucapan, dan tindakan. Ia menyerukan agar para pendidik tidak berhenti menjadi pengajar, tetapi bertekad menjadi penggotong peradaban: menggotong ilmu dengan integritas, nilai dengan keteladanan, dan masa depan dengan keikhlasan, karena Indonesia Emas 2045 bukanlah sesuatu yang ditunggu, melainkan harus dibangun bersama.
Prof. Dr. H. Dadang Iskandar, M.Pd.

Gotong Sisingaan sebagai Paradigma Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal untuk Indonesia Emas 2045 dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan
Prof. Dadang Iskandar mengangkat Gotong Sisingaan โ kesenian khas Kabupaten Subang yang sarat nilai gotong royong โ sebagai inspirasi model pembelajaran inovatif. Ia memperkenalkan Model Pembelajaran Gotong Sisingaan yang mentransformasi logika budaya lokal ke dalam desain aktivitas belajar: saling ketergantungan positif, tanggung jawab perorangan, interaksi promotif, komunikasi antaranggota, dan evaluasi proses kelompok, sebagai paradigma pendidikan karakter yang relevan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Prof. Dr. Hj. Mia Nurkanti, M.Kes.

Deep Learning sebagai Etnopedagogi dalam Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) bagi Calon Guru Biologi di Masa Depan
Prof. Mia Nurkanti memperkenalkan model terobosan Bio-Deep Ethno Learning (BDEL) โ integrasi deep learning, etnopedagogi, kearifan lokal, dan SDGs untuk mewujudkan pembelajaran Biologi yang bermakna, kontekstual, dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa ilmu tanpa konteks tidak akan bermakna, dan budaya tanpa ilmu tidak akan berkembang, namun ketika keduanya dipertemukan, maka lahirlah keberlanjutan โ konteks ilmu dan budaya dalam harmoni.
Prof. Dr. H. Ramlan, M.Sn.

Penguatan Pendidikan Karakter di Barak Militer bagi Siswa Bermasalah di Jawa Barat: Sebuah Gagasan Jenius Menyongsong Indonesia Emas 2045
Prof. Ramlan menawarkan gagasan yang berani dan tidak konvensional: menempatkan lingkungan barak militer sebagai ruang pembentukan disiplin dan karakter bagi siswa bermasalah di Jawa Barat. Ia meyakini bahwa pendekatan ini merupakan solusi nyata dan inovatif dalam mencetak generasi yang berkarakter kuat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dengan dikukuhkannya empat Guru Besar baru ini, FKIP Universitas Pasundan semakin memperkuat kapasitas akademiknya dalam melahirkan tenaga pendidik yang unggul dan berdampak. Seluruh keluarga besar FKIP UNPAS mengucapkanย Selamat dan Suksesย kepada Prof. Dr. H. Dadang Mulyana, M.Si., Prof. Dr. H. Dadang Iskandar, M.Pd., Prof. Dr. Hj. Mia Nurkanti, M.Kes., dan Prof. Dr. H. Ramlan, M.Sn. Semoga dedikasi dan gagasan besar para profesor ini terus menginspirasi dunia pendidikan Indonesia.










