Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mencatat hasil positif dalam pelaksanaan Tracer Study 2023 terhadap lulusan tahun 2023. Sebanyak 125 responden berpartisipasi dalam pengisian angket yang memuat 58 pertanyaan terkait kondisi pekerjaan, relevansi kompetensi, serta kontribusi pendidikan yang diperoleh selama masa studi.
Berdasarkan hasil analisis, sebanyak 103 lulusan atau 82,4 persen responden menyatakan telah bekerja. Sementara itu, 2 responden (1,6 persen) menjalankan usaha, 3 responden (2,4 persen) melanjutkan studi, dan 17 responden (13,6 persen) berada pada kategori lainnya. Tidak terdapat responden yang menyatakan belum bekerja.
Mayoritas Lulusan Memperoleh Pekerjaan dalam 3–6 Bulan
Hasil tracer study juga menunjukkan bahwa proses transisi lulusan menuju dunia kerja berlangsung relatif baik. Sebanyak 93 responden (74,4 persen) mulai mencari pekerjaan pada rentang 3–6 bulan setelah lulus. Sebanyak 21 responden (16,8 persen) mulai mencari pekerjaan kurang dari tiga bulan setelah lulus, sedangkan 11 responden (8,8 persen) mulai mencari pekerjaan lebih dari enam bulan setelah lulus.
Pola yang sama terlihat pada waktu tunggu memperoleh pekerjaan pertama. Sebanyak 93 responden (74,4 persen) memperoleh pekerjaan pertama dalam waktu 3–6 bulan, sementara 21 responden (16,8 persen) memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari tiga bulan dan 11 responden (8,8 persen) dalam waktu 7–12 bulan. Tidak terdapat responden yang membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan atau belum memperoleh pekerjaan.
Dalam memperoleh pekerjaan pertama, jejaring atau relasi menjadi jalur yang paling banyak digunakan, yakni oleh 40 responden (32 persen). Selanjutnya, 34 responden (27,2 persen) memperoleh pekerjaan melalui iklan lowongan dan 30 responden (24 persen) melalui lamaran secara langsung. Sebanyak 9 responden (7,2 persen) memperoleh pekerjaan melalui kampus atau Career Development Center (CDC), sedangkan 12 responden (9,6 persen) melalui jalur lainnya.
Seluruh Lulusan Bekerja di Sekolah
Salah satu temuan utama Tracer Study 2023 adalah kesesuaian bidang pekerjaan lulusan dengan karakteristik keilmuan PGSD. Seluruh responden yang tercatat dalam tracer study bekerja pada instansi sekolah, dengan persentase mencapai 100 persen.
Dari sisi jabatan, seluruh responden juga tercatat menempati posisi sebagai guru. Hal ini menunjukkan keterkaitan yang kuat antara kompetensi yang diperoleh selama pendidikan PGSD dengan kebutuhan profesi di lapangan.
Sebanyak 112 responden (89,6 persen) menyatakan bahwa pekerjaan yang dijalani memiliki hubungan yang sangat erat dengan bidang studi yang ditempuh. Sementara itu, 13 responden (10,4 persen) menyatakan hubungannya erat. Tidak terdapat responden yang menyatakan pekerjaan mereka cukup erat, kurang erat, maupun tidak erat dengan bidang studi.
Selain itu, seluruh responden menilai bahwa tingkat pendidikan yang paling tepat untuk pekerjaan mereka saat ini adalah setara S1/D4.
Kompetensi Lulusan Mendapat Penilaian Positif
Tracer Study 2023 juga mengukur persepsi lulusan terhadap berbagai kompetensi yang dikuasai ketika menyelesaikan pendidikan. Hasilnya menunjukkan sejumlah kompetensi memperoleh penilaian tinggi.
Penguasaan teknologi informasi memperoleh rerata 4,66, menjadi salah satu kompetensi dengan penilaian tertinggi. Penguasaan etika memperoleh rerata 4,59, sementara kemampuan pemecahan masalah dan disiplin kerja masing-masing memperoleh rerata 4,61. Kemampuan belajar mandiri memperoleh rerata 4,47 dan berpikir kritis 4,43.
Kompetensi lain seperti jejaring profesional juga mendapatkan penilaian positif dengan rerata 4,44, sedangkan kemampuan komunikasi memperoleh rerata 4,24 dan kerja sama tim 4,28. Kemampuan adaptasi terhadap perubahan dan inovasi/kreativitas masing-masing memperoleh rerata 4,30 dan 4,31.
Di sisi lain, hasil tracer study menunjukkan masih terdapat sejumlah kompetensi yang memiliki ruang untuk terus dikembangkan. Kemampuan berbahasa asing memperoleh rerata 3,06, pelayanan kepada pengguna 3,46, kemampuan riset 3,90, serta numerasi 3,92. Temuan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi program studi dalam pengembangan pembelajaran dan penguatan kompetensi lulusan.
Kontribusi Kampus Dinilai Signifikan
Lulusan juga memberikan penilaian terhadap kontribusi kampus dalam membentuk berbagai kompetensi. Kontribusi kampus terhadap penggunaan teknologi informasi memperoleh rerata 4,57, sedangkan kontribusi terhadap kemampuan berbahasa asing memperoleh rerata 4,44 dan berpikir kritis 4,45.
Kontribusi terhadap keahlian sesuai bidang ilmu memperoleh rerata 4,41, kemampuan komunikasi 4,35, pengembangan diri 4,27, serta kerja sama tim 4,22. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan di program studi dinilai memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan kompetensi yang dibutuhkan lulusan dalam menjalankan profesinya.
Menjadi Bahan Evaluasi dan Pengembangan Program Studi
Hasil Tracer Study 2023 tidak hanya menjadi gambaran mengenai kondisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dapat menjadi salah satu bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di Program Studi PGSD.
Dengan tingkat penyerapan kerja yang mencapai 82,4 persen, seluruh responden bekerja di sekolah, serta 89,6 persen lulusan menyatakan pekerjaan memiliki hubungan yang sangat erat dengan bidang studi, hasil tracer study menunjukkan adanya relevansi yang kuat antara pendidikan PGSD dan kebutuhan dunia kerja.
Ke depan, hasil ini dapat menjadi dasar bagi program studi untuk mempertahankan capaian positif sekaligus memperkuat aspek-aspek kompetensi yang masih perlu ditingkatkan. Pengembangan kompetensi bahasa asing, kemampuan riset, pelayanan kepada pengguna, dan numerasi menjadi beberapa area yang dapat memperoleh perhatian lebih dalam pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran.
Sumber: Analisis Angket Tracer Study 2023 Program Studi PGSD, 125 responden, 58 pertanyaan.








