Hasil tracer study tahun 2024

Bandung – Hasil Tracer Study 2024 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan telah memasuki dunia kerja dan memiliki keterkaitan yang sangat erat antara pekerjaan dengan bidang keilmuan yang ditempuh selama perkuliahan.

Berdasarkan hasil pengisian angket yang melibatkan 152 responden, seluruh responden merupakan lulusan tahun 2024. Instrumen Tracer Study terdiri atas 58 pertanyaan yang mencakup identitas lulusan, kondisi pekerjaan, waktu tunggu memperoleh pekerjaan, relevansi pekerjaan dengan bidang studi, serta kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan.

Mayoritas Lulusan Telah Bekerja

Hasil survei menunjukkan bahwa 121 responden atau 79,6 persen saat ini telah bekerja. Selain itu, terdapat 3 responden (2 persen) yang menjalankan usaha, 5 responden (3,3 persen) yang melanjutkan studi, serta 23 responden (15,1 persen) yang berada pada kategori lainnya. Tidak terdapat responden yang menyatakan belum bekerja.

Dari sisi waktu memperoleh pekerjaan, sebanyak 117 responden atau 77 persen memperoleh pekerjaan pertama dalam rentang 3–6 bulan setelah lulus. Sebanyak 21 responden (13,8 persen) mendapatkan pekerjaan kurang dari tiga bulan setelah lulus, sedangkan 14 responden (9,2 persen) membutuhkan waktu 7–12 bulan. Tidak terdapat responden yang membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan atau belum memperoleh pekerjaan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa masa transisi lulusan dari perguruan tinggi menuju dunia kerja berlangsung relatif baik, dengan mayoritas lulusan memperoleh pekerjaan dalam waktu enam bulan setelah menyelesaikan pendidikan.

Jejaring Menjadi Salah Satu Jalur Utama Memperoleh Pekerjaan

Dalam memperoleh pekerjaan pertama, relasi atau jejaring menjadi jalur yang paling banyak digunakan oleh responden, yakni sebanyak 49 orang (32,2 persen). Selanjutnya, 42 responden (27,6 persen) memperoleh pekerjaan melalui iklan lowongan, 36 responden (23,7 persen) melalui lamaran langsung, dan 12 responden (7,9 persen) melalui kampus atau Career Development Center (CDC). Sementara itu, 13 responden (8,6 persen) memilih kategori lainnya.

Seluruh responden menyatakan bahwa mereka melamar pada 1–5 perusahaan atau instansi sebelum mendapatkan pekerjaan pertama. Menariknya, seluruh pekerjaan pertama responden berada di sekolah, dengan status pekerjaan pertama yang seluruhnya tercatat sebagai honorer.

Dari sisi lokasi, seluruh responden bekerja dalam lingkup satu provinsi dengan lokasi kampus. Pendapatan pertama per bulan yang dilaporkan seluruh responden berada pada rentang Rp4–6 juta.

79,6 Persen Masih Bertahan di Pekerjaan Pertama

Pada kondisi saat ini, sebanyak 121 responden (79,6 persen) masih berada pada pekerjaan pertama. Sementara itu, 3 responden (2 persen) menjalankan usaha dan 5 responden (3,3 persen) melanjutkan studi. Data juga menunjukkan bahwa seluruh responden yang bekerja saat ini berada di sekolah dan memiliki posisi sebagai guru.

Pendapatan saat ini yang dilaporkan seluruh responden juga berada pada rentang Rp4–6 juta per bulan.

Relevansi Keilmuan Lulusan Sangat Tinggi

Salah satu temuan penting dari Tracer Study adalah tingginya relevansi pekerjaan dengan bidang studi. Sebanyak 136 responden atau 89,5 persen menyatakan bahwa pekerjaan mereka memiliki hubungan sangat erat dengan bidang studi. Sementara itu, 16 responden (10,5 persen) menyatakan hubungan tersebut erat. Tidak ada responden yang memilih kategori cukup erat, kurang erat, maupun tidak erat.

Selain itu, seluruh responden menilai bahwa tingkat pendidikan yang paling sesuai dengan pekerjaan mereka saat ini adalah setara S1/D4.

Temuan ini memperlihatkan bahwa kompetensi dan latar belakang pendidikan PGSD memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan pekerjaan lulusan, khususnya dalam menjalankan profesi sebagai guru.

Kompetensi Etika, Teknologi Informasi, dan Pemecahan Masalah Menjadi Kekuatan

Hasil penilaian kompetensi lulusan juga menunjukkan capaian yang positif. Penguasaan etika memperoleh nilai rata-rata 4,61 dari skala Likert, sementara penguasaan teknologi informasi memperoleh nilai rata-rata tertinggi, yaitu 4,69. Penguasaan kemampuan pemecahan masalah juga memperoleh nilai rata-rata 4,62.
Kompetensi lain yang mendapatkan penilaian tinggi antara lain kemampuan belajar mandiri dengan rata-rata 4,48, berpikir kritis 4,43, tanggung jawab 4,43, jejaring profesional 4,40, manajemen waktu 4,38, negosiasi 4,38, serta literasi digital 4,37.
Di sisi lain, beberapa kompetensi masih menunjukkan ruang untuk pengembangan, khususnya kemampuan berbahasa asing yang memperoleh rata-rata 3,07, pelayanan kepada pengguna dengan rata-rata 3,44, numerasi 3,89, serta kemampuan riset dengan rata-rata 3,95.

Kontribusi Kampus Dinilai Positif

Para lulusan juga memberikan penilaian positif terhadap kontribusi kampus dalam membentuk kompetensi mereka. Kontribusi kampus dalam membentuk kemampuan penggunaan teknologi informasi memperoleh rata-rata 4,53, sedangkan kontribusi terhadap kemampuan berbahasa asing memperoleh rata-rata 4,41 dan kemampuan berpikir kritis 4,41.
Kontribusi kampus terhadap pembentukan keahlian sesuai bidang ilmu juga memperoleh rata-rata 4,39. Sementara itu, kontribusi terhadap etika memperoleh rata-rata 4,20, kerja sama tim 4,18, serta pengembangan diri 4,26.

Menjadi Bahan Evaluasi dan Pengembangan Program Studi

Hasil Tracer Study 2024 ini dapat menjadi salah satu sumber informasi penting bagi Program Studi PGSD dalam melakukan evaluasi dan pengembangan pendidikan. Tingginya tingkat relevansi pekerjaan lulusan dengan bidang studi menunjukkan bahwa kompetensi yang diberikan selama proses pendidikan telah memiliki keterkaitan kuat dengan kebutuhan profesi lulusan.

Pada saat yang sama, hasil survei juga memberikan gambaran mengenai kompetensi yang masih dapat diperkuat, seperti kemampuan bahasa asing, pelayanan kepada pengguna, numerasi, dan riset.

Namun demikian, pertanyaan terbuka mengenai kekuatan utama program studi, aspek yang perlu diperbaiki agar lulusan lebih siap kerja, serta saran pengembangan kurikulum dan layanan karier belum memperoleh respons dari 152 responden.

Secara keseluruhan, hasil Tracer Study 2024 PGSD memperlihatkan profil lulusan yang memiliki tingkat serapan kerja positif, relevansi pekerjaan yang sangat tinggi dengan bidang keilmuan, serta penguasaan sejumlah kompetensi utama yang mendukung pelaksanaan profesi. Data ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kurikulum, dan layanan pengembangan karier bagi mahasiswa dan lulusan.

Sumber: Analisis Angket Tracer Study Tahun 2024 responden.

Tinggalkan Balasan