Bandung – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melakukan analisis hasil Tracer Study TS-4 untuk mengetahui kondisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, termasuk status pekerjaan, waktu memperoleh pekerjaan, kesesuaian bidang pekerjaan dengan kompetensi akademik, serta kontribusi program studi dalam membentuk kompetensi lulusan.
Tracer Study tersebut diikuti oleh 99 responden, dengan seluruh responden merupakan lulusan tahun 2022. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan telah memasuki dunia kerja dan memiliki keterkaitan yang kuat antara pekerjaan dengan bidang studi yang ditempuh selama perkuliahan.
Mayoritas Lulusan Telah Bekerja
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 81 lulusan atau 81,8 persen responden saat ini berstatus bekerja. Sementara itu, 1 persen menjalankan usaha, 3 persen melanjutkan studi, dan 14,1 persen berada pada kategori lainnya. Tidak terdapat responden yang menyatakan belum bekerja.
Dari sisi pekerjaan pertama, seluruh responden atau 100 persen memperoleh pekerjaan pertama dengan status honorer. Menariknya, seluruh responden juga menyatakan bahwa instansi tempat mereka memperoleh pekerjaan pertama adalah sekolah.
Kondisi tersebut semakin terlihat pada pekerjaan saat ini. Sebanyak 81,8 persen lulusan masih berada pada pekerjaan pertama, sementara 1 persen berwirausaha, 3 persen melanjutkan studi, dan 14,1 persen masuk kategori lainnya. Seluruh responden yang tercatat bekerja saat ini berada di sekolah, dengan posisi guru sebanyak 100 persen.
Waktu Tunggu Mendapatkan Pekerjaan
Hasil tracer study juga menunjukkan bahwa mayoritas lulusan memperoleh pekerjaan pertama dalam rentang 3–6 bulan setelah lulus. Sebanyak 69 responden atau 69,7 persen mulai mencari pekerjaan dan memperoleh pekerjaan pada rentang tersebut.
Sementara itu, 21 responden atau 21,2 persen memperoleh pekerjaan kurang dari tiga bulan setelah lulus, sedangkan 9,1 persen memperoleh pekerjaan dalam rentang 7–12 bulan. Tidak terdapat responden yang membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan atau yang belum bekerja.
Dalam memperoleh pekerjaan pertama, jejaring atau relasi menjadi salah satu jalur yang paling banyak digunakan, yakni 31,3 persen responden. Selanjutnya, 27,3 persen memperoleh pekerjaan melalui iklan lowongan dan 24,2 persen melalui lamaran langsung. Sebanyak 6,1 persen memperoleh pekerjaan melalui kampus/CDC, sedangkan 11,1 persen melalui jalur lainnya.
Seluruh Lulusan Bekerja di Lingkungan Sekolah
Data tracer study memperlihatkan keterkaitan yang sangat kuat antara pendidikan PGSD dengan pekerjaan lulusan. Sebanyak 86,9 persen responden menyatakan pekerjaan mereka memiliki hubungan sangat erat dengan bidang studi, sementara 13,1 persen menyatakan hubungannya erat. Tidak ada responden yang menyatakan pekerjaan mereka kurang atau tidak memiliki hubungan dengan bidang studi.
Selain itu, seluruh responden menyatakan bahwa tingkat pendidikan yang paling tepat untuk pekerjaan mereka saat ini adalah setara S1/D4.
Dari sisi pendapatan, seluruh responden mencatat pendapatan pertama maupun pendapatan saat ini berada pada rentang Rp4–6 juta per bulan berdasarkan kategori yang digunakan dalam survei.
Kompetensi Lulusan Mendapat Penilaian Positif
Hasil penilaian terhadap kompetensi lulusan juga menunjukkan capaian yang positif. Beberapa kompetensi memperoleh nilai rerata tinggi, antara lain penggunaan teknologi informasi dengan rerata 4,61, etika 4,58, pemecahan masalah 4,59, serta disiplin kerja 4,59.
Kompetensi lain seperti berpikir kritis memperoleh rerata 4,44, kemampuan belajar mandiri 4,45, jejaring profesional 4,49, serta kemampuan bekerja di bawah tekanan 4,38.
Sementara itu, aspek yang memperoleh nilai relatif lebih rendah dibandingkan kompetensi lainnya adalah kemampuan berbahasa asing dengan rerata 3,06 dan pelayanan kepada pengguna dengan rerata 3,46. Kemampuan riset memperoleh rerata 3,83, sedangkan kemampuan numerasi mencapai 3,95.
Kontribusi Kampus terhadap Kompetensi Lulusan
Para responden juga memberikan penilaian terhadap kontribusi kampus dalam membentuk kompetensi mereka. Aspek penggunaan teknologi informasi mendapatkan penilaian tinggi dengan rerata 4,63, sementara kontribusi kampus dalam membentuk kemampuan berbahasa asing memperoleh rerata 4,48 dan keahlian sesuai bidang ilmu sebesar 4,45.
Kontribusi kampus dalam membentuk kemampuan berpikir kritis juga mendapatkan rerata 4,49, sedangkan pengembangan diri memperoleh rerata 4,31 dan kerja sama tim 4,26.
Hasil tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa proses pendidikan di PGSD telah memberikan kontribusi terhadap kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, khususnya dalam menjalankan profesi di lingkungan sekolah.
Menjadi Bahan Evaluasi dan Pengembangan Program Studi
Tracer Study TS-4 tidak hanya menjadi instrumen untuk melihat kondisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi program studi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan.
Tingginya persentase lulusan yang bekerja di sekolah serta kuatnya kesesuaian antara bidang studi dengan pekerjaan menunjukkan relevansi pendidikan PGSD terhadap kebutuhan dunia kerja. Di sisi lain, capaian pada beberapa kompetensi seperti bahasa asing, riset, numerasi, dan pelayanan kepada pengguna dapat menjadi perhatian dalam pengembangan pembelajaran dan program penguatan kompetensi mahasiswa.
Dengan demikian, hasil Tracer Study TS-4 diharapkan dapat menjadi dasar bagi Program Studi PGSD untuk terus melakukan peningkatan mutu kurikulum, proses pembelajaran, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta layanan karier agar lulusan semakin siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Sumber: Analisis Angket Tracer Study Tahun 2022 responden.









